Karawang Kriminalxspos.com proyek percepatan peningkatan Tata Guna Air di dusun lamaran Desa solokan kecamatan pakisjaya,yang dikerjakan oleh kelompok P3A Lamaran Abadi Jaya menuai sorotan. program yang sejatinya bertujuan untuk menopang pruduktivitas petani justru menyimpang Dari spesifikasi Dan dijadikan”bancakan oleh pihak tertentu.
Saat dilokasi awak media menemukan papan informasi proyek P3-TGAI Lamaran abadi Jaya tidak mencantumkan volume pekerjaan maupun spesifikasi teknis. Papan informasi hanya memuat nama kegiatan, nomor kontrak, nilai bantuan sebesar Rp195 juta, sumber dana APBN Tahun Anggaran 2026, waktu pelaksanaan selama 45 hari kalender, nama pelaksana, dan lokasi pekerjaan.

Tak hanya mengabaikan kualitas fisik, proyek ini juga ditengarai abai terhadap keselamatan kerja karena tidak satupun pekerja di lokasi yang melengkapi diri dengan Alat Pelindung Diri (APD).
Terlihat dengan jelas dilokasi adanya penggunaan pasir dengan dua kualitas berbeda.begitu juga cara pemasangan batu pada saluran tersebut disinyalir dilakukan tanpa pondasi memadai. Kondisi tersebut yang tentunya menimbulkan keraguan atas kualitas bangunan serta kekhawatiran bahwa hasil pekerjaan tidak akan bertahan Lama. selasa 7/7/2026.
Sejumlah warga menilai, praktik ini hanya menguntungkan oknum pelaksana, pemasok material, hingga pendamping proyek.
“Kalau begini, yang diuntungkan hanya mereka yang terlibat, sementara petani sebagai penerima manfaat justru dirugikan,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Sebagai catatan, P3-TGAI merupakan program Kementerian PUPR yang bersifat padat karya dan dilaksanakan secara swakelola oleh kelompok P3A. Selain memperbaiki saluran irigasi tersier, program ini juga ditujukan untuk meningkatkan penghasilan masyarakat melalui keterlibatan tenaga kerja lokal.ujarnya.
Namun, dugaan penyimpangan teknis dan praktik bancakan di lapangan dinilai telah mencederai semangat padat karya, serta mengancam keberlangsungan manfaat program bagi para petani(red)
