Sumedang Kriminalxpost — Wilayah binaan Koramil 1004 Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, mengalami hari yang sibuk akibat rentetan peristiwa kebakaran lahan. Tercatat ada tiga kejadian kebakaran lahan dalam kurun waktu satu hari pada Sabtu, 5 September 2025, mulai pukul 09.00 WIB hingga sore hari. Berkat respons cepat aparat dan masyarakat, potensi bencana yang lebih besar berhasil dihindari.
Kejadian pertama berlangsung pukul 10.06 WIB di Dusun Cinangka, Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan. Api melalap area rumpun bambu seluas 2.000 meter persegi. Berkat kesigapan unit Damkar Tanjungsari, Babinsa Koramil 1004 Tanjungsari, Bhabinkamtibmas dan jajaran Polsek Pamulihan, serta warga Dusun Cinangka, api berhasil dipadamkan pada pukul 11.00 WIB.
Belum genap dua jam berselang, kejadian kedua menyusul pada pukul 12.00 WIB di sekitar pertigaan Simpang Pamulihan. Kali ini, lahan bekas proyek Tol Cisumdawu seluas 3.000 meter persegi yang dipenuhi alang-alang kering terbakar. Kepulan asap tebal yang ditimbulkannya sempat mengganggu arus lalu lintas di kawasan tersebut.
Situasi paling mendebarkan terjadi pada pukul 14.00 WIB di Dusun Pasir Buluh, Desa Nangerang, Kecamatan Sukasari. Kebakaran rumpun bambu dan alang-alang di lokasi ini berbatasan langsung dengan hutan pinus milik KPH Perhutani Manglayang Timur, sehingga nyaris membakar sebagian kawasan hutan pinus.
Operasi pemadaman di Sukasari dipimpin langsung oleh Sersan Dody bersama anggota Babinsa Sukasari, kepala desa, warga setempat, serta anggota LMDH Perhutani. Setelah berjibaku cukup lama, api akhirnya dapat dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya pada pukul 17.00 WIB.
Danramil 1004 Tanjungsari, Kapten Inf Agus Hermawan, memberikan imbauan keras kepada masyarakat agar menaati aturan yang berlaku, khususnya di tengah musim El Nino yang memicu kerentanan kekeringan dan kebakaran hutan. Ia secara tegas mengingatkan warga agar tidak membuka lahan pertanian dengan cara membakar, tidak membakar sampah, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan yang kerap menjadi pemicu utama kebakaran.
Kapten Inf Agus Hermawan juga menyoroti tantangan di lapangan, di mana wilayah Tanjungsari yang mencakup enam kecamatan hanya ditopang oleh satu unit armada Damkar dengan kondisi sarana yang terbatas dan banyak selang yang mengalami kerusakan.
Meski demikian, pihak Koramil menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak—mulai dari personel Damkar, TNI, Polri, unsur pemerintah, hingga warga yang aktif mengoptimalkan koordinasi cepat melalui grup WhatsApp Siaga Darurat Patas sehingga bencana dapat ditangani secara sigap.
