Beranda » Sains Membuktikan! Mahkota Binokasih Dinyatakan Asli Emas Era Majapahit

Sains Membuktikan! Mahkota Binokasih Dinyatakan Asli Emas Era Majapahit

kriminalxpost // Sumedang, 16 Maret 2026 – Kabar membanggakan datang dari lingkungan Keraton Sumedang Larang. Mahkota pusaka Binokasih Sanghyang Pake dipastikan asli (original) setelah melalui pengujian material secara ilmiah. Langkah pelestarian warisan leluhur ini dilaksanakan oleh tim ahli dari Kementerian Kebudayaan RI melalui Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Sembilan Jawa Barat, bersama Disparbud serta UPTD Kebudayaan Jawa Barat.

​Validasi Sejarah di Bulan Suci

​Radya Anom Keraton Sumedang Larang, Raden Luky Djohari Soemawilaga, menyampaikan bahwa hasil penelitian ini menunjukkan mahkota pusaka tersebut bukan sekadar simbol, melainkan bukti nyata kekuatan sejarah Nusantara. Pengujian material ini dilaksanakan pada tanggal 13 Maret 2026, bertepatan dengan suasana khidmat 23 Ramadan 1447 Hijriah di lingkungan keraton yang penuh nilai spiritual.

​Teknologi Canggih Kementerian Kebudayaan

​Untuk memastikan keasliannya, Kementerian Kebudayaan secara khusus menerjunkan alat canggih ke Keraton Sumedang Larang. Dalam prosesnya, tim peneliti dari BPK Wilayah Sembilan memerlukan waktu dua hari untuk observasi secara mendalam. Meskipun alat penelitian hanya dioperasikan sekitar dua jam hingga tiga jam, proses persiapan dan analisis dilakukan dengan sangat teliti demi akurasi yang sempurna.

​Analisis Non-Destruktif XRF

​Analisis ini menggunakan metode XRF (X-ray Fluorescence), yaitu alat analisis non-destruktif yang mampu mengidentifikasi unsur logam tanpa merusak fisik benda bersejarah sedikit pun. Teknologi ini mampu membaca kandungan kimia di dalamnya, sehingga kondisi mahkota tetap terjaga utuh tanpa harus mengambil sampel fisik atau melakukan pengikisan pada permukaan emasnya.

​Hasil Nyata: Emas Murni Era Majapahit

​“Pengujian ini menunjukkan hasil yang memuaskan. Mahkota Binokasih Sanghyang Pake dinyatakan original alias asli emas dan memiliki karakteristik yang sejaman dengan era Majapahit–Sunda Galuh,” ujar Radya Anom Raden Luky Djohari Soemawilaga dengan nada tegas. Temuan ini sekaligus mengukuhkan bahwa mahkota yang menjadi simbol legitimasi dari Pajajaran ke Sumedang Larang merupakan karya kriya kelas tinggi dari masa lampau.

​Legitimasi dan Saksi Ahli

​Proses pengujian yang sakral sekaligus teknis ini disaksian langsung oleh Kepala BPK Wilayah IX Jawa Barat, Kepala Disparbud Jawa Barat, serta jajaran internal Keraton Sumedang Larang. Kehadiran para tokoh ini menegaskan bahwa hasil laboratorium tersebut memiliki legitimasi yang kuat, baik secara akademisi, birokrasi, maupun dari sisi adat istiadat yang dijunjung tinggi oleh keluarga keraton.

​Menjaga Amanah Leluhur

​Hasil penelitian ini menjadi kekuatan moral bagi seluruh keluarga besar keturunan Keraton Sumedang Larang dalam menjaga amanah para leluhur. Dengan berlandaskan data ilmiah yang kuat, diharapkan nilai-nilai luhur serta sejarah Mahkota Binokasih dapat terus dilestarikan oleh generasi muda sebagai bukti agungnya peradaban Sunda di kancah Nusantara.

​Kebudayaan sebagai Kekuatan Bangsa

​Sejalan dengan visi Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, ditegaskan bahwa kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan instrumen aktif dalam membentuk karakter bangsa dan memperteguh jati diri. Validasi Mahkota Binokasih ini menjadi bagian dari misi besar untuk meningkatkan daya saing serta citra Indonesia di kancah global melalui penguatan sejarah yang autentik.

​Ditulis oleh: Cucu Cicit Raden Djajawigoena (Maragan)

Facebook Comments Box
error: Content is protected !!