Kriminal X Pos | Klaten –Â Razia miras Klaten menjelang Lebaran 2026 berujung pada pemusnahan besar-besaran. Lebih dari 15 ribu botol minuman keras dan ratusan knalpot brong digilas alat berat di halaman Pemkab Klaten, Selasa (17/3/2026).
Pemusnahan ini disebut sebagai yang terbesar selama bulan Ramadhan, sekaligus menjadi respons atas keresahan masyarakat terhadap peredaran miras dan kebisingan knalpot tidak standar.
Razia Miras Klaten: Suara Gilasan di Halaman Pemda
Pagi itu, halaman Pemerintah Daerah Kabupaten Klaten berubah menjadi medan pemusnahan dalam rangka razia miras Klaten. Satu per satu botol berisi cairan bening dan kecoklatan pecah dihajar alat berat.
Ratusan knalpot brong yang selama ini memekik di jalanan diremuk hingga menjadi logam tak berbentuk.
Aparat gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP berjaga di sekeliling lokasi. Sejumlah pejabat daerah menyaksikan langsung proses penghancuran barang bukti hasil razia miras Klaten yang digelar beberapa pekan terakhir.
Bau alkohol menyengat bercampur dengan debu logam dari knalpot yang digilas. Di luar pagar, puluhan warga berkerumun menyaksikan. Beberapa di antaranya mengacungkan jempol.
Baca Juga :Â Anggaran MBG Terancam? BGN dan Menkeu Beri Sinyal Berbeda soal Pemangkasan
Razia Miras Klaten Sasar Malam Minggu, Ribuan Botol Disita
Data yang dihimpun di lokasi menunjukkan, dalam operasi razia miras Klaten, total barang bukti mencapai 15.684 botol minuman keras dan 769 unit knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis.
Dari jumlah tersebut:
- 14.203 botol merupakan jenis ciu (miras lokal)
- 1.481 botol adalah minuman beralkohol berbagai merek
Kapolres Klaten Moh Faruk Rozi menjelaskan, barang bukti ini merupakan hasil operasi gabungan yang dilakukan secara intensif.
“Kegiatan ini merupakan hasil operasi gabungan antara TNI, Polri dan Pemerintah Kabupaten Klaten melalui Satpol PP, khususnya dalam razia penyakit masyarakat pada malam hari,” ujarnya.
Menurutnya, razia miras Klaten difokuskan pada titik-titik rawan yang selama ini dikeluhkan warga.
“Kerap ditemukan penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis yang mengganggu kenyamanan masyarakat,” tambahnya.
Dampak Razia Miras Klaten: Warga Mulai Merasa Tenang
Di Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, dampak razia miras Klaten mulai dirasakan warga.
“Kalau malam Minggu, kadang sampai jam 2 pagi masih ada yang kebut-kebutan. Anak-anak saya jadi sulit tidur,” ujar Sri (42).
Ia berharap, setelah razia miras Klaten dan pemusnahan ini, kondisi bisa lebih kondusif.
“Semoga setelah ini mereka kapok. Kami ingin ibadah puasa dan sahur tenang,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Wahyudi (55), seorang guru ngaji.
“Pernah hampir terjadi bentrok antara warga dan pemuda yang konvoi. Untung aparat cepat turun tangan,” ujarnya.
Sinergi Forkopimda dalam Razia Miras Klaten
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menegaskan bahwa pemusnahan ini merupakan bagian penting dari kebijakan daerah.
“Pemusnahan ini memiliki arti penting dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat, terutama menjelang Idul Fitri,” katanya.
Sementara itu, Dandim 0723/Klaten Letkol Inf Slamet Hardianto menilai bahwa razia miras Klaten menunjukkan sinergi kuat antar lembaga.
“Kegiatan ini merupakan respons atas aspirasi masyarakat serta upaya menjaga kondusifitas selama bulan Ramadhan,” tegasnya.
Efektivitas Razia Miras Klaten Dipertanyakan
Meski razia miras Klaten terus dilakukan, efektivitasnya masih menjadi pertanyaan.
Sepanjang 2025, operasi serupa sudah beberapa kali digelar dengan jumlah sitaan yang tidak sedikit. Namun pola peredaran miras dan penggunaan knalpot brong masih berulang.
Pengamat kebijakan publik, Dr. Agus Santoso, menilai pendekatan penindakan perlu dibarengi solusi jangka panjang.
“Produsen ciu kebanyakan pelaku ekonomi kecil. Kalau tidak diberi alternatif, mereka akan kembali lagi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti fenomena knalpot brong sebagai bagian dari ekspresi anak muda.
“Perlu pendekatan sosial dan ruang ekspresi, tidak cukup hanya razia,” tambahnya.
Razia Miras Klaten: Antara Efek Jera dan Harapan Warga
Di tengah sorotan kamera, ribuan botol miras dan knalpot brong akhirnya dihancurkan. Razia miras Klaten diharapkan bukan sekadar seremoni tahunan.
Warga berharap, langkah ini benar-benar membawa perubahan nyata.
“Yang penting besok malam sudah tidak ada lagi yang kebut-kebutan,” kata seorang warga.
Pemerintah dan aparat pun memastikan razia miras Klaten akan terus berlanjut sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan wilayah selama Ramadhan hingga Idul Fitri.(Dhs)
