Beranda » ​Apresiasi Pengurus Baru, Lurah Talun Gelar Pelantikan RT, RW dan Karang Taruna Dirangkai Pagelaran Seni Sunda

​Apresiasi Pengurus Baru, Lurah Talun Gelar Pelantikan RT, RW dan Karang Taruna Dirangkai Pagelaran Seni Sunda

Kriminalxpost // ​Sumedang, — Pemerintah Kelurahan Talun, Kecamatan Sumedang Utara, secara resmi menyelenggarakan upacara pelantikan pengurus Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW) sekaligus reorganisasi jajaran pengurus Karang Taruna tingkat Kelurahan Talun untuk masa bakti tahun 2026.

Agenda seremonial yang berlangsung khidmat pada Sabtu, 11 Juli 2026, tersebut dipusatkan di Alun-Alun Tegalkalong. Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum penguatan struktural di tingkat akar rumput, melainkan juga dijadikan sebagai wadah strategis bagi pemerintah kelurahan dalam menegaskan komitmen pelayanan publik yang lebih prima, transparan, dan akuntabel kepada seluruh warga masyarakat sekitar.

 


​Lurah Talun, Deni Irawan, S.Sos., secara langsung memimpin jalannya prosesi pengucapan sumpah dan pelantikan bagi para pengurus kelembagaan kelurahan yang baru terpilih tersebut di kawasan Alun-Alun Tegalkalong. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi tingginya dedikasi dan kerelaan para pengurus lama yang telah purna tugas, sekaligus menaruh harapan besar kepada figur-figur baru yang kini resmi mengemban amanah. Pemerintah Kelurahan Talun berkomitmen untuk terus mendampingi dan memberikan dukungan penuh terhadap segala bentuk inovasi serta program kerja yang akan digulirkan oleh para pengurus di wilayah masing-masing demi kemajuan bersama.


​Saat diwawancara tim liputan di sela-sela kegiatan, Deni Irawan menjelaskan secara mendalam bahwa momentum kali ini sengaja dikemas secara berbeda melalui pemberian bentuk perhatian dan penghargaan baru dari pihak pemerintah kelurahan bagi jajaran pengurus lokal yang baru dilantik. Langkah inovatif ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bentuk stimulus psikologis dan apresiasi nyata sejak dini agar mampu memicu semangat kerja serta meningkatkan integritas pelayanan di tengah-tengah warga. Dirinya sangat berharap agar terobosan pemberian penghargaan baru ini dapat membawa dampak positif dan perubahan signifikan terhadap pola komunikasi serta kinerja riil seluruh aparatur kewilayahan.

​Selain fokus pada aspek formalitas birokrasi dan organisasi, gelaran akbar di Kelurahan Talun ini juga dirangkai sedemikian rupa dengan berbagai kegiatan pelestarian kearifan lokal berupa pagelaran seni dan budaya tradisional Sunda. Sejak siang hari, suasana di sepanjang jalan protokol kelurahan hingga area Alun-Alun Tegalkalong sudah tampak meriah dengan dimulainya pawai karnaval kebudayaan yang diikuti secara antusias oleh perwakilan warga dari seluruh Rukun Warga (RW) se-Kelurahan Talun. Kemeriahan karnaval tersebut kian memuncak saat parade atraksi seni Kuda Renggong khas Sumedang mulai beraksi dan memamerkan kelincahannya, sehingga berhasil menyedot perhatian serta hiburan gratis bagi ribuan pasang mata warga yang memadati lokasi.
​Kemeriahan pesta rakyat berbasis kebudayaan Sunda ini dipastikan tidak akan berhenti pada siang hari saja, melainkan akan terus berlanjut hingga malam hari demi mengakomodasi kreativitas para pelaku seni lokal. Selepas ibadah salat Isya, pihak panitia penyelenggara telah menjadwalkan agenda khusus berupa malam gelar seni budaya Sunda yang menjadi panggung utama pertunjukan potensi dan kreativitas para seniman asli dari wilayah Kelurahan Talun di Alun-Alun Tegalkalong.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh pihak panitia di lapangan, tercatat ada kurang lebih 14 kelompok peserta atau kontingen seniman se-Kelurahan Talun yang sudah mengonfirmasi kehadiran mereka dan siap untuk unjuk kabisa menampilkan tarian, musik, serta teater tradisional.

​Lebih lanjut, saat diwawancara tim liputan mengenai arah kebijakan dan realisasi program kerja taktis pasca-pelantikan ini, Deni Irawan memberikan klarifikasi penting terkait rencana pelaksanaan program peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) kelembagaan. Penjelasan ini dinilai sangat krusial untuk disampaikan secara terbuka ke ruang publik guna menghindari adanya kesalahpahaman atau disinformasi di kalangan masyarakat luas mengenai sasaran serta alokasi anggaran pelatihan program-program kerja yang akan datang. Pihak kelurahan menginginkan agar orientasi awal kepengurusan ini memiliki pemahaman tata kelola administrasi yang seragam dan matang sebelum terjun langsung melayani keluhan masyarakat.

​Dalam penutup wawancaranya, Lurah Talun menegaskan bahwa mekanisme pelatihan teknis yang dirancang oleh pemerintah kelurahan dalam waktu dekat ini akan diterapkan secara selektif, terukur, dan bertahap berdasarkan skala prioritas organisasi. Target utama yang menjadi peserta resmi dalam kegiatan orientasi serta pelatihan tersebut adalah murni hanya menyasar jajaran inti pengurus yang baru saja dilantik, sedangkan untuk anggota umum memang belum diikutsertakan dalam tahapan program kali ini.

Langkah pembatasan kepesertaan ini sengaja diambil agar proses transfer materi kepemimpinan dan manajerial kelembagaan dapat berjalan jauh lebih fokus, efektif, serta tepat sasaran.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!