Beranda » ​Tingkatkan Fasilitas MAN 2 Sumedang Senilai Rp 6,1 Miliar, Proyek Pembangunan Diwarnai Dua Pendapat Berbeda Terkait Teknis Lapangan

​Tingkatkan Fasilitas MAN 2 Sumedang Senilai Rp 6,1 Miliar, Proyek Pembangunan Diwarnai Dua Pendapat Berbeda Terkait Teknis Lapangan

Kriminalxpost // Sumedang, 27 Juni 2026 – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Sumedang tengah memulai langkah besar dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan serta menyediakan fasilitas yang representatif bagi para siswanya. Melalui program kerja yang dicanangkan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, saat ini sedang direalisasikan proyek pembangunan Gedung Laboratorium dan Perpustakaan baru di lingkungan sekolah tersebut. Keberadaan gedung baru yang berlokasi di wilayah Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Utara ini diharapkan mampu mendongkrak kualitas akademis, memfasilitasi riset santri, serta menunjang ruang literasi yang jauh lebih modern dan nyaman bagi seluruh civitas akademika madrasah di masa mendatang.

Alokasi Anggaran dan Sumber Dana

​Berdasarkan papan informasi proyek resmi yang terpasang di lokasi konstruksi, megaproyek di sektor pendidikan ini menelan anggaran atau nilai kontrak yang cukup fantastis, yaitu sebesar Rp 6.169.201.000 (Enam Miliar Seratus Enam Puluh Sembilan Juta Dua Ratus Seribu Rupiah). Dana besar yang bersumber dari anggaran negara tersebut dialokasikan secara penuh dan transparan guna menghadirkan infrastruktur penunjang belajar yang komprehensif. Pihak sekolah dan komite berharap fasilitas baru di kawasan Sumedang Utara ini dapat langsung menjawab tantangan kebutuhan ruang praktik sains serta ruang baca mandiri yang memang sudah lama diidam-idamkan oleh para siswa.

Pelaksana dan Pengawas Proyek

​Proyek strategis yang menjadi sorotan publik ini dikerjakan oleh CV. Sinar Karya Perdana selaku pihak pelaksana utama, yang berdasarkan data legalitasnya diketahui berdomisili hukum di wilayah Kecamatan Sepuluh, Bangkalan, Madura. Sementara itu, untuk menjamin kualitas kelayakan struktur, ketahanan bangunan, serta kesesuaian spesifikasi teknik di lapangan Kelurahan Situ, pihak Kemenag memercayakan fungsi kontrol kepada konsultan pengawas profesional. Bertindak sebagai pengawas resmi di lokasi adalah PT Pramadani Cipta Kreasi, sebuah perusahaan konsultan konstruksi yang beralamat dan berbasis di wilayah Cirebon.

Baca Juga : Aroma Busuk Mafia Anggaran Sekolah

Penyampaian dari Pekerja Lapangan

​Meskipun dalam papan plang proyek tertulis waktu pelaksanaan berlangsung selama 180 hari kalender, dinamika riil mengenai jalannya pembangunan sempat memunculkan berbagai penyampaian dari para pekerja di lapangan. Menurut para pekerja saat mengobrol dengan tim liputan di sela-sela aktivitas rehat mereka, mereka menyebutkan bahwa aktivitas fisik di lokasi Kelurahan Situ ini baru berjalan sekitar satu bulan dan memperkirakan struktur tersebut akan dibangun setinggi empat lantai. “Pekerjaan ini baru sebulan dan dua bangunan, dan empat tingkat, pengawas ada di kontrakan katanya,” ujar salah seorang pekerja lapangan memberikan gambaran situasi awal yang diketahuinya.

Alat bantu dilengkapi scaffolding pengaman kerja, mayoritas pekerja jawa timur
Alat bantu dilengkapi scaffolding pengaman kerja, mayoritas pekerja jawa timur

Penjelasan Teknis Pihak Pengawas

​Guna memastikan akurasi data dan perimbangan informasi, tim liputan kemudian melakukan wawancara langsung dengan perwakilan pengawas dari PT Pramadani Cipta Kreasi, Wawan. Dalam keterangannya kepada media, Wawan memberikan pemaparan detail mengenai durasi riil serta jumlah lantai yang sebenarnya sedang digarap oleh puluhan tenaga kerja di lokasi konstruksi Kecamatan Sumedang Utara tersebut. “Pekerjaan baru lima minggu, target pekerjaan 180 hari dan akan tercapai dalam 180 hari kerja malam nya kadang ada lembur ini dua lokal bangunan dan semuanya tiga tingkat,” papar Wawan secara rinci meluruskan estimasi waktu dan jumlah lantai bangunan.

Spesifikasi Material Konstruksi

​Lebih lanjut, pihak pengawas membeberkan secara gamblang mengenai spesifikasi teknis material yang digunakan demi menjamin kekuatan struktur bangunan publik ini agar tahan lama dan aman dari risiko bencana. Wawan menjelaskan bahwa proyek ini menerapkan standar pembesian yang sangat kokoh, yakni menggunakan besi ukuran 16 untuk tulangan utama dan besi ukuran 10 untuk bagian cincin atau sengkang pengikat. Selain itu, untuk menjaga kualitas, homogenitas, dan kekuatan mutlak pada beton, seluruh proses pengecoran dari dasar hingga struktur atas diwajibkan menggunakan alat pengolah beton khusus jenis SITEMIX yang diproduksi langsung di area kerja.

semen menggunakan STANDAR semen RAJAWALI
semen menggunakan STANDAR semen RAJAWALI

Jaminan Keselamatan Kerja

​Menutup pembicaraan dengan tim liputan, Wawan memastikan bahwa pemenuhan hak keselamatan para pekerja di lingkungan proyek tetap menjadi prioritas utama pihak manajemen demi mematuhi regulasi K3 yang ketat. Pihaknya menjamin seluruh logistik keselamatan kerja di Kelurahan Situ ini telah terpenuhi dengan baik dan proses pembangunan sejauh ini dipastikan berjalan dalam koridor yang aman. “Kendala tidak ada insya allah aman, pembesian besi 16 dan cincin besi 10, tenaga kerja 25 orang, Dan APD lengkap, pekerjaan pemgecoran semua pakai sitemix,” pungkasnya optimis bahwa proyek gedung fasilitas MAN 2 Sumedang ini akan rampung tepat waktu.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!