Sumedang // Kriminalxpost – Organisasi kemasyarakatan Barisan Pemuda Nusantara (BAPERA) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Provinsi Jawa Barat secara resmi menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ke-3 yang bertempat di Kabupaten Sumedang pada Senin, 27 Juli 2026. Forum musyawarah tahunan ini dihadiri oleh 303 peserta yang merupakan perwakilan kader dan pengurus dari berbagai kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Sumedang. Agenda strategis ini diselenggarakan sebagai langkah nyata organisasi dalam mengevaluasi capaian kinerja serta merumuskan arah kebijakan program kerja kepemudaan untuk periode mendatang.
Pelaksanaan Rakerda ke-3 BAPERA Jawa Barat di Sumedang ini menjadi momentum yang sangat krusial bagi seluruh jajaran pengurus dan kader dalam memperkuat soliditas internal hingga ke tingkat akar rumput. Mengusung semangat kebersamaan dan nasionalisme, BAPERA menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai benteng pemuda yang aktif, responsif, dan adaptif terhadap berbagai dinamika sosial di daerah. Suasana pembukaan rapat kerja berlangsung penuh kekhidmatan dengan dihadiri oleh jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, serta jajaran pengurus BAPERA dari berbagai jenjang.

Di sela-sela kegiatan, Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, S.H., M.Kn., menyampaikan apresiasi dan dukungannya saat diwawancarai oleh tim liputan di luar ruang rapat. Beliau menegaskan bahwa pemerintah daerah selalu terbuka untuk membangun sinergi bersama organisasi pemuda di berbagai sektor pembangunan. “Kami Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang terus membuka tangan untuk ruang kolaborasi ya, bagi komunitas, organisasi yang berikhtiar untuk memajukan lingkungan, masalah sosial, masalah kesehatan, apapun bentuk pergerakannya, saling berkolaborasi. Ke depannya saya berharap terus BAPERA dapat menjadi mitra strategis bagi pemerintah daerah, tidak hanya di Kabupaten Sumedang, tapi di seluruh provinsi yang ada di Indonesia,” ujar M. Fajar Aldila.
Dalam kesempatan wawancara tersebut, M. Fajar Aldila juga menyoroti tantangan era digitalisasi bagi generasi muda serta pentingnya peran konkret pemuda BAPERA hingga ke tingkat kecamatan untuk membantu pemetaan data warga. “Jadi nanti mungkin akan komunikasi, kalaupun di BAPERA ada setiap kecamatan mungkin, saya kurang paham mungkin apa anak cabang, jadi bisa bersinkronisasi, bisa berkolaborasi dengan dinas maupun dengan kecamatan setempat. Setidaknya apa? Membantu meng-input data. Jadi misalnya ada warga yang ternyata tidak tersentuh, karena yang namanya pemerintah pun hanyalah sekumpulan dari manusia, pasti mungkin ada yang luput. Nah, bisa memberikan informasi kepada kami. Misalnya ada warga yang rumahnya sudah tidak layak, terus kemudian ada warga yang single parent atau hidupnya seorang diri, yang sekiranya membutuhkan bantuan atau sentuhan dari pemerintah,” tambahnya.
Selain masalah bantuan sosial, Wabup Sumedang secara khusus mengulas kekhawatirannya terkait dampak buruk paparan media digital terhadap kesehatan mental anak di bawah umur. “Problem kita sekarang banyak terkendala terkait pemikiran-pemikiran, terjerembab oleh hal-hal negatif lainnya yang terakses langsung ke digital media. Pemkab Sumedang pun sudah berikhtiar melalui Diskominfo dan Dinas Kementerian Informasi Pusat, agar bisa memblokir akun-akun media sosial untuk anak-anak yang di bawah 17 tahun. Karena apa? Rata-rata anak yang di bawah 17 tahun pikirannya masih belum stabil, takutnya ter-brainwash dan malah terbawa ke arah yang negatif,” jelasnya dengan lugas kepada awak media.

Sebelum mengakhiri sesi wawancara cegat tersebut, M. Fajar Aldila mendorong pimpinan BAPERA agar segera menindaklanjuti hasil rapat kerja ini ke tingkat pemerintah daerah secara formal. “Mungkin nanti ketika selesai ini sudah Rakerda, mereka sudah ada breakdown-nya, sudah ada apa hasil dari Rakerda mereka. Mungkin Pak Ketua, Pak Siddiq Jafar, dapat bisa langsung berkomunikasi langsung dengan Pemkab, ya. Cukup ya rekan-rekan, terima kasih,” pungkas Wakil Bupati Sumedang menutup keterangannya kepada tim liputan di luar ruangan acara.
Kelancaran dan kesuksesan agenda besar ini juga tidak terlepas dari kerja keras 17 panitia penyelenggara yang telah mempersiapkan seluruh kebutuhan teknis acara secara matang sejak jauh-jauh hari. Selama sidang-sidang pleno di dalam gedung rapat, 303 peserta memfokuskan pembahasan pada penguatan struktur organisasi tingkat kecamatan, peningkatan kapasitas pemuda, serta penyusunan rekomendasi kerja yang selaras dengan kebijakan Pemkab Sumedang. Penutupan Rakerda diakhiri dengan pembacaan ikrar komitmen seluruh kader untuk segera merealisasikan hasil keputusan rapat di wilayahnya masing-masing demi kemajuan pemuda, daerah, dan bangsa.
