Beranda » Viral Bayar Pajak Cukup STNK, Dedi Copot Kepala Samsat

Viral Bayar Pajak Cukup STNK, Dedi Copot Kepala Samsat

Kriminal X Post

Viral Bayar Pajak Cukup STNK, Dedi Mulyadi Langsung Copot Kepala Samsat Soekarno hatta

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi langsung mencopot Kepala Samsat Soekarno-Hatta (Soetta) Bandung, Rabu (8/4/2026). Tindakan tegas ini buntut video viral yang memperlihatkan warga dipersulit bayar pajak kendaraan tahunan, padahal aturan baru hanya butuh STNK.

“Langsung saya copot. Gak ada toleransi,” tegas Dedi

Sanksi ini dijatuhkan setelah Dedi menonton sendiri video amatir yang beredar luas di media sosial. Dalam video itu, seorang warga mengeluh karena petugas Samsat Soetta masih meminta KTP pemilik pertama kendaraan. Padahal, surat edaran gubernur sudah menghapus kewajiban tersebut sejak 6 April 2026.

Baca Juga : Surat Edaran Gubernur Dedi Mulyadi: Bayar Pajak Tanpa KTP Pemilik Pertama, Siapa yang Dirugikan?

“Saya perintahkan atasan yang bertanggung jawab. Bawahannya salah, pimpinannya kena getahnya,” ujar mantan Bupati Purwakarta itu dengan nada geram.

VIDEO VIRAL JADI PETAKA

Kebijakan anyar Gubernur Jabar tertuang dalam Surat Edaran Nomor 47/KU.03.02/BAPENDA 2026. Isinya: cukup bawa STNK asli dan KTP pemilik saat ini. Tidak perlu KTP pemilik pertama, apalagi BPKB.

Namun di Samsat Soetta Bandung, aturan itu seperti angin lalu. Seorang warga yang hendak memperpanjang pajak motor justru dimintai KTP pemilik lama.

“Edaran gubernur sudah jelas, kok masih dipersulit?” keluh warga dalam video yang hingga kini ditonton lebih dari 500 ribu kali.

Video itu langsung memicu gelombang kemarahan publik. Tagar #SamsatSoettaMenyulitkan sempat trending di X.

DEDI TAK MAIN-MAIN

Begitu video viral sampai ke ponselnya, Dedi Mulyadi langsung bertindak tanpa ragu.

Insfeksi Dedi Mulyadi ke SAMSAT Soekarno Hatta
(Dedi Mulyadi tengah insfeksi dadakan ke SAMSAT Soekarno-Hatta.setelah sempat viral di sosial media)

“Saya lihat sendiri videonya. Warga sudah benar, petugas masih minta KTP pemilik pertama. Ini pelanggaran prosedur yang keterlaluan,” ujarnya.

Ia langsung menelepon Kepala Bapenda Jabar dan memerintahkan pencopotan Kepala Samsat Soetta.

“Copot sekarang juga. Sementara. Nanti diusut tuntas,” perintah Dedi.

Kepala Samsat Soetta pun langsung ditarik dari jabatannya siang itu juga.

INVESTIGASI INTERNAL DIMULAI

Pencopotan ini hanya langkah awal. Gubernur memerintahkan tim gabungan dari Inspektorat Jabar dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk menggelar investigasi.

Tim akan mengusut:

· Mengapa aturan tak berjalan di Samsat Soetta?
· Siapa petugas di video viral itu?
· Apakah ada instruksi lisan yang berseberangan dengan SE gubernur?

“Jika ada pelanggaran sistemik, sanksi lebih berat menyusul. Bisa mutasi atau pemecatan,” ujar Kepala Inspektorat Jabar.

DEDI: TERIMA KASIH WARGA YANG VIRALKAN

Di tengah kemarahannya, Dedi Mulyadi tak lupa berterima kasih kepada masyarakat yang melapor lewat video viral.

“Saya ucapkan terima kasih banyak. Tanpa laporan warga, kami tidak tahu ada masalah di Samsat Soetta. Informasi dari masyarakat sangat berharga,” katanya.

Ia juga mengimbau seluruh Samsat di 27 kabupaten/kota se-Jabar untuk tidak coba-coba mengabaikan surat edaran.

“Saya tegaskan sekali lagi: layani masyarakat dengan baik. Jangan ada yang berani mengabaikan surat edaran saya. Kalau kedapatan, siap-siap dicopot.”
Dedi Mulyadi

RESPON WARGA NET: KEREN!

Di media sosial, warganet ramai-ramai memuji ketegasan Dedi Mulyadi.

· @wargabandung: “Baru kali ini ada gubernur yang gerak cepat. Langsung copot, bukan cuma dipanggil. Salut!”
· @jabarmilih: “Dedi Mulyadi beda. Beliau action, bukan cuma omongan.”
· @samsatkeliling: “Samsat lain catat. Jangan coba-coba langgar aturan.”

ATURAN TETAP BERLAKU

Bagi masyarakat yang hendak bayar pajak kendaraan tahunan, aturan barunya:

· Cukup bawa STNK asli + KTP pemilik saat ini.
· Tidak perlu KTP pemilik pertama.
· Tidak perlu BPKB.

Jika masih ada petugas yang mempersulit, warga bisa langsung lapor ke:

· Hotline Pemprov Jabar: 0811-2222-789
· Instagram/DM @dedimulyadi

PENUTUP

Kriminalxpost.com akan terus memantau hasil investigasi tim Inspektorat dan BKD. Sanksi lebih berat mungkin menanti jika ditemukan pelanggaran lain.

Sementara itu, posisi Kepala Samsat Soetta Bandung dipegang oleh pelaksana harian (Plh) dari Bapenda Jabar.

Layanan publik harus mudah. Siapa pun yang mempersulit, siap-siap dicopot. Itulah pesan tegas Dedi Mulyadi untuk semua jajarannya.

Reporter: Dadang Hs
Editor: Dhs

 

Facebook Comments Box
error: Content is protected !!