Karawang-kriminalxspos.com- SMA Negeri 5 Karawang resmi ditunjuk sebagai salah satu “Sekolah Manusia Unggul” atau yang kini mulai dikenal publik dengan sebutan Sekolah Maung. Penetapan tersebut membawa perubahan besar terhadap sistem Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, terutama dalam jalur penerimaan siswa baru.Status baru sebagai Sekolah Maung membuat SMA Negeri 5 Karawang tidak lagi menjalankan pola penerimaan seperti sekolah reguler pada umumnya. Jika selama ini masyarakat familiar dengan jalur zonasi, afirmasi, atau Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), maka skema tersebut tidak lagi menjadi jalur utama di sekolah ini.
Sebagai gantinya, SMA Negeri 5 Karawang akan memfokuskan proses seleksi siswa baru melalui jalur prestasi, baik akademik maupun non-akademik. Kebijakan ini menjadi bagian dari konsep pengembangan sekolah unggulan yang diarahkan untuk menjaring peserta didik dengan kompetensi terbaik.
Kepala SMA Negeri 5 Karawang, Dr. Epul Saepul, M.Pd., menegaskan bahwa perubahan mekanisme ini yang tentunya perlu disosialisasikan secara luas kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kebingungan saat proses pendaftaran dimulai.
Menurutnya, pemahaman orang tua dan calon siswa terhadap sistem baru menjadi kunci agar pelaksanaan SPMB 2026 berjalan lancar dan transparan.
“Kami berharap informasi ini tersampaikan secara luas ke masyarakat. Penting bagi orang tua dan calon siswa untuk memahami bahwa mekanisme penerimaan di Sekolah Maung berbeda dengan sekolah reguler,”ujar Dr. Epul Saepul, M,Pd, kepad kriminalxspos.com.21/5/2026.
Penjelasan tersebut menjadi penting karena perubahan status SMA Negeri 5 Karawang sebagai Sekolah Maung otomatis mengubah pola pikir masyarakat terhadap sistem penerimaan siswa baru.
Selama ini, sebagian besar orang tua masih mengacu pada sistem zonasi sebagai penentu utama peluang diterima di sekolah negeri. Namun, untuk Sekolah Maung, pendekatan itu tidak lagi menjadi prioritas utama.
Dr. Epul menjelaskan bahwa berdasarkan draf kebijakan yang disusun Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Sekolah Maung dirancang sebagai sekolah unggulan yang fokus mencetak sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing tinggi.
Karena itu, seleksi masuk tidak lagi bertumpu pada faktor domisili, melainkan pada kualitas dan capaian Siswa.
Untuk Sekolah Maung, seleksi hanya melalui jalur prestasi, baik itu prestasi akademik maupun non-akademik , ” Katanya.
Kebijakan ini membuka peluang besar bagi siswa berprestasi dari berbagai wilayah untuk bersaing secara sehat melalui kemampuan yang mereka miliki, bukan semata berdasarkan lokasi tempat tinggal.
Model seleksi seperti ini juga dinilai menjadi upaya mendorong semangat kompetisi positif di kalangan pelajar sejak jenjang pendidikan menengah. (Red)
