Kriminalxpost // Sumedang, 12 Juli 2026 – Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun masa depan bangsa, namun keterbatasan ekonomi sering kali menjadi kerikil tajam bagi anak-anak kurang beruntung untuk meraihnya. Menyadari hal tersebut, Serka Ade Dindin, seorang anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Koramil 1004/Tanjungsari, turun langsung ke lapangan guna mengulurkan tangan bagi mereka yang membutuhkan. Aksi nyata ini secara khusus diwujudkan di Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, di mana beliau memberikan perhatian khusus kepada beberapa anak yatim yang tengah berjuang menuntut ilmu di tengah keterbatasan. Kehadiran sang Babinsa di tengah pemukiman beberapa desa binaannya membawa secercah harapan baru, sekaligus memastikan bahwa anak-anak yang telah kehilangan figur orang tua dan rentan putus sekolah ini tidak merasa berjalan sendirian dalam mengejar impian mereka di masa depan.
Dalam aksi sosial yang penuh dengan suasana kekeluargaan ini, Serka Ade Dindin membagikan berbagai macam paket bantuan keperluan sekolah, mulai dari buku tulis, alat tulis, tas, hingga perlengkapan penunjang belajar lainnya yang langsung diserahkan kepada anak-anak tersebut. Menariknya, anak-anak yatim yang berada di bawah asuhan kepedulian beliau ini menempuh jenjang pendidikan yang beragam, mencakup tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), bahkan ada pula yang sudah menginjak Sekolah Menengah Umum (SMU). Perbedaan tingkatan ini disikapi secara bijak oleh Babinsa dengan menyesuaikan bentuk pemenuhan fasilitas belajar harian mereka agar tepat sasaran, sehingga bantuan ini dapat langsung memangkas kecemasan finansial yang sering kali membayangi keluarga atau wali murid saat menghadapi kebutuhan sekolah anak sehari-hari.
Fokus Belajar Tanpa Kendala Biaya Administrasi
Tidak berhenti pada pemenuhan alat tulis saja, bentuk kepedulian nyata yang diulurkan oleh sosok prajurit ini juga mencakup bantuan pembayaran SPP hingga pemberian uang tambahan jajan untuk keperluan keseharian anak-anak asuhnya di lapangan. Langkah taktis penyaluran bantuan biaya ini dirasa sangat krusial mengingat sebagian dari anak-anak yatim asuhannya tersebut tengah menempuh pendidikan di lembaga sekolah swasta, yang secara administratif memerlukan biaya operasional rutin secara mandiri. Melalui intervensi bantuan pembiayaan rutin dari Babinsa ini, diharapkan segala kendala biaya dapat teratasi dengan baik dengan tujuan mulia agar anak-anak tersebut dapat benar-benar fokus menuntut ilmu serta belajar dengan tenang di ruang kelas tanpa harus dibayangi rasa cemas akan tunggakan administrasi sekolah yang menumpuk.
Komitmen jangka panjang juga diperlihatkan oleh sang Babinsa demi memupuk prestasi anak-anak asuhnya secara berkelanjutan dengan memberikan hadiah spesial pada setiap momen kenaikan kelas sebagai pemantik semangat belajar mereka. “Tiap naik kelas, pakaian lengkap dan perlengkapan sekolah disiapkan.
Alhamdulillah mereka pakaian baru untuk hadiah yang bisa belajar dengan rajin,” tambah Ade Dindin dengan rona bahagia terpancar dari wajahnya. Sebagai ujung tombak TNI AD di tingkat desa, Serka Ade Dindin menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar aksi sosial biasa, melainkan bagian dari komitmen mendalam terhadap wilayah tugasnya. “Ini adalah desa binaan kami, dan sudah menjadi bentuk tanggung jawab kami untuk selalu hadir, peduli, serta membantu mengatasi setiap kesulitan yang dihadapi oleh warga di sini. Anak-anak asuh kami tersebar di beberapa desa,” tegasnya.
Sinergi Koramil 1004/Tanjungsari dan Lembaga Pendidikan
Aksi kepedulian yang dilakukan Babinsa ini sejalan dan terintegrasi dengan program utama dari Makoramil 1004/Tanjungsari di bawah kepemimpinan Danramil Kapten Inf Agus Hermawan yang secara berkala memang sering mengadakan kegiatan pemberian santunan bagi anak-anak yatim piatu di wilayah teritorialnya. Demi menjamin keberlanjutan pendidikan anak-anak asuhnya tersebut, Babinsa juga membangun komunikasi dan koordinasi proaktif dengan pihak sekolah tempat mereka menuntut ilmu agar tidak ada kendala di kemudian hari. Serka Ade Dindin secara langsung berpesan kepada pihak guru dan manajemen sekolah agar tidak sungkan membuka jalur komunikasi dengannya, di mana jika di kemudian hari muncul kendala atau keperluan mendesak terkait biaya pendidikan anak-anak yatim tersebut, pihak sekolah diharapkan segera memberitahukan hal itu secara langsung kepada Babinsa agar bisa dicarikan solusi bersama.
Lebih lanjut, dalam koordinasi intensif tersebut, Serka Ade Dindin menitipkan langsung anak-anak asuhnya ke pihak sekolah serta menegaskan bahwa dirinyalah yang bertanggung jawab penuh terhadap keberlangsungan mereka kepada pihak sekolah. Langkah ini diambil demi membangun sinergi yang kuat antara TNI dan lembaga pendidikan formal. “Langkah ini kami lakukan biar saling menjaga mental psikologis anak juga, serta memastikan mereka diperlakukan dengan baik oleh pihak sekolah di lingkungan belajar mereka,” jelas Ade Dindin kepada tim liputan saat diwawancarai di lokasi kegiatan. Beliau menekankan bahwa perhatian spiritual dan pemenuhan kebutuhan dasar adalah kunci utama untuk menjaga mentalitas mereka agar tetap optimis menatap hari esok. “Intinya anak-anak yatim piatu berhak bahagia,” pungkas Babinsa dengan tegas, menutup perbincangan mengenai motivasi terbesar di balik aksi humanisnya tersebut yang menegaskan kembali esensi dari Kemanunggalan TNI dengan Rakyat yang sejati di Kabupaten Sumedang agar tidak ada lagi anak-anak di wilayah binaan yang harus putus sekolah hanya karena kendala biaya.
Ungkapan Syukur dan Senyuman Anak Asuh
Di penghujung kegiatan, pancaran kebahagiaan dan rasa syukur yang luar biasa datang melalui ungkapan langsung dari anak-anak yatim yang telah menerima uluran tangan berharga ini. “Alhamdulillah,” ucap anak-anak yatim tersebut dengan tulus mengekspresikan rasa bahagia yang mendalam di hati mereka. Serka Ade Dindin menyadari bahwa nominal materi dan uang jajan harian yang diberikan mungkin tidak sepenuhnya mencukupi seluruh kebutuhan hidup mereka, namun respons positif dan senyuman tulus dari anak-anak ini menjadi bukti esensial bahwa kehadiran Babinsa mampu menghalau rasa minder. Bagi anak-anak ini, bantuan tersebut memberikan kekuatan moral yang besar karena membuktikan bahwa walau orang tua kandung sudah tidak ada, masih banyak pihak yang menyayangi serta peduli pada nasib mereka, sehingga mereka bisa kembali melangkah ke sekolah dengan penuh percaya diri.
