Beranda » Sanggar Seni Amor Katresna Resmi Buka Perdana Kegiatan di Desa Petir Kembang Bakat Lestari Budaya

Sanggar Seni Amor Katresna Resmi Buka Perdana Kegiatan di Desa Petir Kembang Bakat Lestari Budaya

Kriminalxpost.com || Kab. Bogor – Sanggar Seni Amor Katresna secara resmi menggelar acara pembukaan sekaligus evaluasi kegiatan perdana di Desa Petir, Dramaga, Kabupaten Bogor. Mengusung semangat “Ngembangken Bakat, Lestariken Budaya”, sanggar ini hadir sebagai langkah nyata dalam menjaga dan mengembangkan kekayaan seni tradisional di tengah masyarakat.

Pimpinan Sanggar Seni Amor Katresna, Siti Hapsari, menjelaskan bahwa peresmian ini dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni khas daerah.

“Pada kegiatan pembukaan ini, kami menampilkan seni Sisingaan, seni bela diri Danur Wendra Silat, serta iringan musik tradisional dari grup Purba Sora Etnika,” ujar Siti saat ditemui di lokasi acara.

Selain seremonial pembukaan, momentum ini juga menjadi evaluasi perdana bagi sanggar yang telah berjalan sekitar delapan bulan tersebut. Sejak didirikan, antusiasme masyarakat setempat tergolong tinggi. Saat ini, sanggar telah membina 20 peserta aktif yang mencakup berbagai usia, mulai dari anak-anak usia tiga tahun hingga kalangan dewasa.

Untuk saat ini, Sanggar Amor Katresna masih berfokus pada pelatihan tari Jaipong. Kendati demikian, Siti memastikan pihaknya akan terus menambah variasi kesenian tradisional yang diajarkan.

“Ke depannya pasti akan ada kesenian dan tarian lain dari Nusantara. Pokoknya, materi pembelajaran di sanggar ini akan terus kami lengkapi,” tutur Siti.

Ia berharap sanggar ini dapat menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk mengasah dan mengembangkan potensi seni mereka.

Apresiasi tinggi juga datang dari Kepala Desa Petir, Sukardi. Ia menilai kehadiran Sanggar Amor Katresna memiliki peran strategis dalam menyelamatkan kebudayaan lokal yang kini mulai meredup dan jarang diminati generasi muda.

“Kami berharap kegiatan ini mampu menjaga kelestarian budaya di Desa Petir. Semoga kehadiran wadah ini dapat memotivasi anak-anak yang memiliki potensi untuk menghidupkan kembali budaya yang hampir sirna,” ungkap Sukardi.

Sukardi juga menekankan pentingnya kolaborasi untuk menyatukan potensi anak-anak, baik dari Desa Petir maupun desa tetangga. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan program Gubernur Jawa Barat yang terus mendorong penguatan gerakan pelestarian kearifan lokal di setiap wilayah.
“Budaya yang ditampilkan hari ini selaras dengan dukungan Pak Gubernur untuk melestarikan kearifan lokal. Kami ingin anak-anak di Desa Petir khususnya, semakin aktif dan berpotensi dalam menghidupkan kembali kebudayaan daerah,” pungkasnya. ( Basirun )

Facebook Comments Box
error: Content is protected !!