Beranda » Diduga Arogan di Jalan, Supir Bus Jempol Trans Terlibat Cekcok hingga Lakukan Pengeroyokan terhadap Pengendara Motor di Rempoa

Diduga Arogan di Jalan, Supir Bus Jempol Trans Terlibat Cekcok hingga Lakukan Pengeroyokan terhadap Pengendara Motor di Rempoa

KriminalXpost.com|| TANGERANG SELATAN – Aksi arogan kru bus angkutan kembali terjadi di jalanan. Kali ini, seorang pengendara sepeda motor bernama Lucky Lamtama Saragih, yang juga merupakan seorang jurnalis media, menjadi korban pengeroyokan oleh kru Bus Jempol Trans (PT Jemi Putra Oke Lancar) berplat nomor B 7364 NGA. Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Rempoa, Ciputat, Tangerang Selatan.

Kronologi Kejadian
Menurut penuturan korban, Lucky Lamtama Saragih, insiden bermula saat dirinya sedang melakukan jadwal siaran langsung (live) malam hari berkeliling wilayah Tangerang Selatan. Saat melintas di Jalan Pahlawan, tepatnya di depan SPBU kawasan Rempoa, korban berpapasan dengan Bus Jempol Trans yang berhenti di tengah jalan.

Cekcok mulai terjadi ketika bus tersebut kembali berjalan. Korban yang hendak mendahului bus sudah menyalakan lampu sein dan memberikan isyarat klakson. Namun, alih-alih memberikan jalan, bus tersebut justru dengan sengaja memepet korban ke arah kanan hingga hampir memicu tabrakan dengan kendaraan dari arah berlawanan.

“Mereka banting setir ke kanan memepet saya dengan kencang. Saya lihat jelas lewat spion, kru di dalam bus malah cengengesan,” ujar Lucky dalam keterangannya, Senin (29/6/2026).

Kesal dengan tindakan membahayakan tersebut, korban mengejar dan menghadang bus di depan Futsal Camp Rempoa untuk meminta klarifikasi.

Berujung Pengeroyokan dan Perusakan
Bukannya meminta maaf, kondektur bus yang turun langsung melakukan pemukulan secara membabi buta kepada korban. Tak lama kemudian, dua orang lainnya turun dari bus dan ikut mengeroyok Lucky Lamtama Saragih.

Tidak hanya melakukan kekerasan fisik, para pelaku juga merusak sepeda motor korban dengan cara menjatuhkan, menginjak-injak, hingga memecahkan kaca motor. Bahkan, kekasih korban yang saat itu sedang merekam kejadian menggunakan ponsel turut menjadi korban kekerasan dengan dicekik oleh salah satu pelaku sebelum akhirnya dilerai oleh warga sekitar.

Mediasi Buntu dan Upaya “Sogok” Rp5 Juta
Pasca-kejadian, Lucky telah melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian dan melakukan visum. Korban mengungkapkan sempat ada upaya mediasi dengan pihak PO Bus. Dalam mediasi tersebut, pihak PO awalnya berjanji akan mengganti unit motor yang rusak pada hari Sabtu lalu pukul 06.00 WIB. Namun, pihak PO bus mengingkari janji tersebut dan menyatakan tidak mau mengganti rugi.

Sebaliknya, pihak perusahaan justru mencoba menyuap korban dengan uang sebesar Rp5 juta agar laporan polisi dicabut.

“Mereka mau menyogok saya Rp5 juta dengan catatan laporan polisi ditarik. Jelas saya tolak, itu tidak sebanding dengan kerusakan motor, kerugian fisik, materiil, hingga trauma mental yang dialami cewek saya,” tegas Lucky.

Pengakuan Penyewa Bus: Sopir Bernama Yogi Diduga Mabuk Alkohol
Fakta baru mengejutkan muncul dari pihak penyewa armada bus tersebut, yakni rombongan artis dangdut. Wulan Sagita, yang bertindak sebagai pihak penyewa bus Jempol Trans yang tengah viral ini, memberikan konfirmasi mengenai kondisi internal kru armada saat malam kejadian.

Berdasarkan pengakuan dari Wulan Sagita, sang sopir bus yang bernama Yogi yang membawa rombongannya malam itu diketahui sedang berada di bawah pengaruh minuman keras alias dalam keadaan mabuk alkohol saat mengemudikan kendaraan. Hal ini disinyalir menjadi pemicu utama aksi ugal-ugalan dan tindakan agresif yang membahayakan pengguna jalan lain.

Fitnah di Media Sosial
Di sisi lain, kasus ini sempat memanas setelah beredar siaran langsung (live streaming) dari pool bus wilayah Serpong yang diduga menyudutkan korban. Dalam narasi digital yang beredar sebelumnya, korban sempat dituduh dalam kondisi mabuk dan sengaja mencari uang dengan membuat skenario keributan. Lucky membantah keras tuduhan tersebut dan menyatakan memiliki bukti kuat bahwa dirinya murni sedang bekerja melakukan pemantauan wilayah.

Saat ini, kasus tersebut tengah ditangani secara hukum. Setelah Lucky Lamtama Saragih merampungkan proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP), giliran kekasih korban yang dijadwalkan menjalani pemeriksaan BAP sebagai saksi korbannya hari ini. Pihak kepolisian juga segera memanggil para pelaku pengeroyokan dari kru Bus Jempol Trans, termasuk sopir bernama Yogi, untuk proses hukum lebih lanjut.

Kasus ini juga telah diviralkan oleh korban melalui akun informasi resmi Tangsel Realtime.

Red*

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!