Beranda » SLHS SPPG Pamulihan Cigendel 2 Masih Berproses, Regulasi BGN Izinkan Operasional Dapur Tahap Awal

SLHS SPPG Pamulihan Cigendel 2 Masih Berproses, Regulasi BGN Izinkan Operasional Dapur Tahap Awal

PAMULIHAN – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pamulihan Cigendel 2, Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, mencatat 1.540 penerima manfaat hingga Jumat (10/4/2026). Ketua SPPG saat ini menandatangani nota kesepahaman (MOU) di Sumedang untuk menambah kuota menjadi 2.000 penerima minggu depan.

Asisten Lapangan SPPG Cigendel 2 mengonfirmasi kondisi terbaru. “Nembe daftar SLHS mah, pami IKL mah sudah diarsip,” ujarnya. Pihaknya masih menunggu ACC dan konfirmasi dari dinas terkait.

Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) merupakan dokumen wajib bagi setiap SPPG. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024 dan Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 63 Tahun 2025, seluruh SPPG harus memiliki SLHS sebagai bukti pemenuhan standar higiene dan sanitasi pangan.

Baca Juga :Transparansi Kelola SPPG Cigendel 2: Di Tengah Isu Makanan Mubazir, Polemik Modal BumDesa, dan Relawan Titipan

Korlap SPPG Cigendel 2 menambahkan bahwa operasional dapur tetap berjalan meskipun SLHS masih diproses. “Meskipun SLHS belum beres, tetap diperbolehkan beroperasi, asalkan dapur yang beroperasional pada tahap awal,” tegasnya. Tim juga sudah melaksanakan cek Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL).

Kebijakan ini sejalan dengan regulasi BGN. Kepala BGN Dadan Hindayana dalam rapat dengan Komisi IX DPR RI pada 20 Januari 2026 menjelaskan, “Kami mensyaratkan seluruh SPPG baru yang baru beroperasi maka maksimal satu bulan setelah beroperasi sudah harus memiliki SLHS. Karena pada saat penilaian SLHS memang SPPG tersebut harus sudah operasional.”

SPPG Cigendel 2 diberi waktu 26 hari untuk menyelesaikan seluruh dokumen SLHS. Tenggat ini lebih ketat dari aturan nasional yang memberikan waktu satu bulan (30 hari). Jika melewati batas tanpa SLHS, BGN berwenang menghentikan sementara operasional SPPG.

Asisten lapangan mengaku optimis mengejar target 2.000 penerima manfaat minggu depan. “Arsip IKL sudah kami siapkan. Tinggal konfirmasi akhir dari dinas,” katanya. Proses MOU di Sumedang menjadi kunci penambahan kuota.

Dapur SPPG Cigendel 2 kini memasak 1.540 porsi setiap hari kerja. Dengan tambahan 460 penerima minggu depan, kapasitas dapur akan ditingkatkan secara bertahap. Korlap memastikan semua pihak bekerja sesuai prosedur.

“Cek IKL sudah kami laksanakan sejak pekan lalu,” tambah asisten lapangan. Hasil cek awal menunjukkan semua bahan baku memenuhi standar. Tim kini fokus menyelesaikan SLHS sebelum batas waktu 26 hari berakhir.

Warga Desa Cigendel menyambut baik rencana penambahan kuota. Mereka berharap SLHS segera tuntas agar program makan bergizi gratis berjalan penuh. Korlap memastikan operasional dapur tetap aman selama masa transisi.(Dhs)

Facebook Comments Box
error: Content is protected !!