Beranda » Momen Istimewa Lebaran, SPPG Beri Kejutan Tak Terduga: di Desa Margajaya Ternyata Bolu Susu Lembang Berjamur

Momen Istimewa Lebaran, SPPG Beri Kejutan Tak Terduga: di Desa Margajaya Ternyata Bolu Susu Lembang Berjamur

SPPG Kebon Hui Tarik Produk Tak Layak Konsumsi, Fajar Ramadan Pastikan Evaluasi Menyeluruh

Kriminalxpost | ​Sumedang, 19 Maret 2026 – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kebon Hui di bawah naungan Badan Gizi Nasional melakukan aksi cepat penarikan paket bantuan gizi yang teridentifikasi tidak layak konsumsi di Desa Margajaya, Selasa (17/3). Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk perlindungan konsumen setelah tim menerima laporan masyarakat melalui media sosial Facebook mengenai adanya kendala kualitas pada produk bantuan yang dibagikan dalam rangka momen Idulfitri tersebut.


​Dalam wawancara eksklusif dengan tim liputan Kriminalxpost di kantor operasionalnya, Jl. Kenanga No. 42, Dusun Kebon Hui, Kepala SPPG Kebon Hui, Fajar Ramadan, S.I.P, menegaskan bahwa pihaknya telah melayangkan tuntutan ganti rugi kepada pihak supplier asal Bandung. Fajar menekankan bahwa selama unit ini berjalan 6 bulan, baru kali ini pihaknya menemui kendala kualitas, dan ia berkomitmen menjadikan insiden ini sebagai bahan evaluasi total pada seluruh rantai pasok.


​Menyikapi insiden tersebut, Fajar menambahkan bahwa manajemen tidak akan tinggal diam dan telah menjadwalkan langkah perbaikan sistem pengawasan internal. “Saya akan mengevaluasi secara menyeluruh setelah Lebaran nanti guna memastikan seluruh standar operasional prosedur, terutama pada aspek logistik, kembali berjalan dengan optimal tanpa adanya kendala serupa di masa mendatang,” tegas Fajar, Kamis (19/3).


​Pemicu penarikan massal ini bermula dari unggahan warganet yang menunjukkan bukti visual adanya bintik jamur pada permukaan produk Bolu Susu Lembang. Menanggapi laporan tersebut, manajemen SPPG Kebon Hui segera berkoordinasi dengan para Kader Desa Margajaya untuk menarik kembali seluruh paket bermasalah dari tangan warga secara serentak guna mencegah risiko kesehatan bagi kelompok B3 (Balita, Ibu Hamil, dan Ibu Menyusui).
​Sebagai solusi nyata, tim SPPG Kebon Hui bergerak sejak Kamis (19/3) pagi untuk mendistribusikan paket pengganti berupa makanan kering, yaitu Cigaro Wafer Roll dari Isami Foods. Pemilihan produk wafer roll ini didasarkan pada stabilitas daya simpan yang lebih tinggi dan risiko kerusakan yang minimal, sehingga lebih aman dikonsumsi oleh keluarga penerima manfaat, terutama bagi ibu hamil dan balita di wilayah Desa Margajaya Kec. Tanjungsari Kab. Sumedang.

​Berdasarkan hasil evaluasi lapangan terhadap 641 paket yang disediakan, sebanyak 142 paket teridentifikasi mengalami kerusakan mutu fisik. Fajar menyatakan bertanggung jawab penuh atas insiden ini dan menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat, sembari memastikan seluruh paket pengganti telah tersalurkan secara merata sejak Kamis pagi melalui bantuan para kader desa di lingkungan Yayasan Al-Huda Fauzi.

​Menutup keterangannya melalui pesan singkat WhatsApp kepada awak media, Fajar Ramadan, S.I.P, menyampaikan permohonan maaf secara tertulis dan berjanji akan melakukan perbaikan sistem secara permanen. “Kami sedang melakukan evaluasi dan penelusuran menyeluruh untuk mengetahui penyebab masalah ini, baik dari supplier, produksi, hingga penyimpanan. Ke depan, kami akan memperketat pengawasan dan meningkatkan kualitas kontrol agar standar keamanan produk tetap terjaga,” pungkasnya.

Facebook Comments Box
error: Content is protected !!