Beranda » Sekdes Tanjungmekar Luruskan Isu Panen BUMDes, Tegaskan Tak Ada Penghabisan Anggaran

Sekdes Tanjungmekar Luruskan Isu Panen BUMDes, Tegaskan Tak Ada Penghabisan Anggaran

Karawang, 23 Januari 2026 –  Kriminalxspost. Com – Sekretaris Desa (Sekdes) Tanjungmekar, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, memberikan klarifikasi resmi terkait isu yang menuding dirinya menghabiskan hasil panen jagung Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bersumber dari anggaran desa. Ia menegaskan, tudingan tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Sekdes Tanjungmekar, Depi Fachri, menjelaskan bahwa hasil panen jagung BUMDes jauh dari target akibat terdampak banjir. Kondisi tersebut menyebabkan kualitas jagung menurun drastis sehingga nilai jualnya rendah, Jumat (23/1/2026).

“Perlu saya sampaikan secara proporsional, hasil panen jagung BUMDes memang tidak sesuai harapan karena terdampak banjir. Ini yang menjadi latar belakang persoalan sebenarnya,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Menurut Depi, jagung hasil panen yang mengalami gagal panen tidak memungkinkan untuk dipasarkan secara luas. Untuk mencegah kerugian yang lebih besar, jagung tersebut kemudian dititipkan dan dijual secara terbatas kepada warga sekitar.

“Penjualannya dibantu oleh warga setempat dan hanya dijual ke lingkungan sekitar. Dari proses tersebut, total uang yang terkumpul sebesar Rp500 ribu,” jelasnya.

Ia juga memaparkan secara rinci alur pengelolaan hasil penjualan. Dari total Rp500 ribu, sebesar Rp100 ribu diberikan kepada warga yang membantu penjualan sebagai imbal jasa, sementara Rp400 ribu diserahkan kepada bendahara BUMDes melalui perantara penjual.

“Yang membantu penjualan menerima Rp100 ribu, dan sisanya Rp400 ribu diserahkan kepada bendahara BUMDes. Tidak ada dana yang saya kuasai secara pribadi,” tegasnya.

Menanggapi anggapan bahwa jagung hasil panen tersebut tidak lagi ada, Depi menilai hal itu merupakan konsekuensi logis dari kondisi gagal panen dan proses penjualan yang telah dilakukan.

“Jagung yang ditanam dan dikelola BUMDes Tanjungmekar sudah terjual, dan kondisinya memang gagal panen, sehingga tidak mungkin lagi untuk disimpan,” katanya.

Ia berharap klarifikasi ini dapat memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat serta mencegah berkembangnya opini yang tidak berlandaskan data dan fakta.

“Kami terbuka terhadap klarifikasi dan pemeriksaan apabila diperlukan. Yang terpenting, informasi yang disampaikan ke publik harus berangkat dari fakta,” pungkasnya.

(Gun)

Baca Juga : Sekdes Tanjungmekar di nilai gagal

Facebook Comments Box
error: Content is protected !!