Kriminalxpost // Sumedang, Rabu, 4 Februari 2026 — Pembangunan kandang ayam petelur yang berlokasi di Kampung Cilaku Girang RT 02 RW 04, Desa Tegalmanggung, Kecamatan Cimanggung, kabupaten Sumedang, menjadi sorotan warga. Lokasi pembangunan berada tepat di samping TPS3R Tunas Muda, arah Jengkol Condong, dan dinilai sebagian warga terlalu dekat dengan permukiman.
Dalam rencana kegiatan usaha peternakan tersebut, disebutkan adanya penyertaan modal serta program ketahanan pangan agar pengelolaan usaha BUMDesa berjalan optimal dan berkelanjutan.

Namun hingga Rabu, 4 Februari 2026, sebagian warga mengaku belum pernah menerima sosialisasi resmi terkait rencana maupun pelaksanaan pembangunan kandang ayam petelur tersebut. Kekhawatiran warga terutama tertuju pada potensi dampak lingkungan, seperti bau menyengat, limbah kotoran ayam, serta gangguan kenyamanan.
Salah seorang warga RT 02 RW 04 yang rumahnya paling dekat dengan lokasi pembangunan secara tegas menyatakan penolakannya.

“Saya tidak setuju dengan adanya pembangunan kandang ayam tersebut karena nanti akan menimbulkan bau. Selama ini belum ada sosialisasi ke warga. Kalau awal pembangunannya sekitar awal Januari, tapi saya tidak tahu persis,” ujarnya.
Ia menambahkan, jarak kandang yang terlalu dekat dengan permukiman menjadi alasan utama keberatannya.
“Tanggapan saya jelas keberatan, karena jaraknya terlalu dekat dan kemungkinan baunya akan sampai ke sini. Keinginan saya, kalau bisa lokasinya agak jauh dari permukiman,” pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun media online Kriminalxpost, pembangunan kandang ayam petelur tersebut menggunakan Dana Desa dengan total pagu Dana Desa Desa Tegalmanggung sebesar Rp 1.647.079.000. Dari pagu tersebut, dialokasikan 20 persen untuk kegiatan ini dengan nilai anggaran mencapai Rp 329.415.800.

Di sisi lain, pekerja pembangunan sekaligus warga RW 03, Supriatna, memberikan penjelasan saat ditemui di lokasi. Ia menyebutkan bahwa target pembangunan kandang ayam tersebut direncanakan selesai Bulan Puasa.
“Ini pekerjaan baru sekitar tiga minggu. Targetnya sebelum Lebaran sudah beres kandangnya,” ujarnya.
Menurut Supriatna, rencana jumlah ternak ayam petelur berkisar antara 800 hingga 1.000 ekor. Ia juga menjelaskan bahwa saat proses pengecoran, pekerjaan diawasi langsung oleh Ketua BUMDesa.

“Waktu pengecoran saya diawasi ketua BUMDesa, pesannya jangan tanggung-tanggung semennya,” katanya.
Terkait pengelolaan, Supriatna menyebutkan Ketua BUMDesa bernama Solihin saat ini sedang sering ke rumah sakit untuk mengontrol anggota keluarganya yang sakit, jadi hari Rabu dan hari sabtu tidak akan ada. “Ketua BUMDesanya lagi sering ke rumah sakit, kontrol keluarganya yang sakit, biasanya seminggu dua kali, Rabu dan Sabtu,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa lahan pembangunan merupakan lahan desa, dan menurut informasi yang ia ketahui, tidak ada keberatan dari RT dan RW setempat.
“Kalau lahan itu lahan desa. Setahu saya warga aman, RT RW juga tidak ada yang komplain,” ujarnya.
Terkait kekhawatiran soal limbah, Supriatna menyebutkan bahwa kotoran ayam justru dibutuhkan oleh petani setempat sebagai pupuk.
“Kalau kotoran ayam, masyarakat pertanian di sini sangat membutuhkan. Kadang petani harus beli dari Tanjungsari atau dari Sumedang. Jadi keuntungannya bukan dari telur saja, dari kotorannya juga ada,” katanya.
Namun demikian, Supriatna mengaku tidak mengetahui detail anggaran pembangunan tersebut.
“Soal anggaran saya kurang tahu, karena saya hanya pekerja. Kalau rapat warga saya juga tidak ikut. Kalau mau jelas soal anggaran, sebaiknya tanya langsung ke desa atau ke Ketua BUMDesanya,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah Desa Tegalmanggung maupun Ketua BUMDesa belum memberikan keterangan resmi terkait perizinan, dokumen lingkungan, serta mekanisme sosialisasi kepada warga.
Warga berharap pemerintah desa dan instansi terkait segera memberikan penjelasan terbuka serta melakukan evaluasi agar pembangunan usaha peternakan yang menggunakan Dana Desa tetap memperhatikan aspek lingkungan, kesehatan, dan kenyamanan masyarakat.
Baca Juga : koramil Tanjung sari kirim bantuan
