Kriminalxpost // Sumedang, 19 Januari 2026 – Pabrik produk air mineral ASMI yang berlokasi di Dusun Cigendel RT 04 RW 08, Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mengalami kerusakan parah akibat tertimbun longsor. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu malam, 18 Januari 2026, sekitar pukul 23.00 WIB.
Longsor diduga kuat dipicu oleh kondisi tanah yang labil, diperparah oleh resapan air dari area persawahan dan selokan di sekitar lokasi, serta tidak adanya tembok penahan tanah di pinggir pabrik sebelah kanan atau sisi selatan pabrik. Tebing dengan ketinggian kurang lebih 25 meter runtuh dan material longsoran berupa tanah, batu, serta pepohonan menghantam bangunan pabrik.
Berdasarkan keterangan di lapangan, faktor hujan deras tidak menjadi pemicu utama, karena dalam kurun waktu dua minggu terakhir di wilayah tersebut tidak terjadi hujan dengan intensitas tinggi, melainkan hanya hujan gerimis sesekali.
Material longsor dari sisi selatan pabrik mengakibatkan bangunan pabrik air mineral ASMI hancur dan tertimbun, termasuk alat-alat operasional pabrik yang berada di dalamnya. Akibat kejadian tersebut, kerugian materi diduga mencapai miliaran rupiah, mengingat bangunan pabrik rusak total dan seluruh peralatan produksi ikut tertimbun material longsor.
Dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa. Namun, seorang warga Desa Cigendel RT 01 RW 08 dilaporkan sempat tertimbun material longsor selama kurang lebih 1,5 jam saat hendak memberitahukan kejadian longsor kepada petugas keamanan pabrik. Saat melintas ke lokasi longsor, terjadi longsor susulan yang menyebabkan korban tertimbun hingga sebatas leher.
Korban berhasil dievakuasi pada malam kejadian oleh warga sekitar bersama para penjaga pabrik. Setelah sempat beristirahat di rumah, pada Senin pagi, 19 Januari 2026, korban mengeluhkan sesak napas saat bangun tidur. Aparat setempat bersama Kepala Desa Cigendel kemudian membawa korban ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kabupaten Sumedang sekitar pukul 08.00 WIB untuk mendapatkan penanganan medis.

Sementara itu, identifikasi dan peninjauan lokasi longsor dilakukan pada Senin, 19 Januari 2026, sejak pagi hingga sore hari oleh Forkopimcam Kecamatan Pamulihan bersama Forkopimda Kabupaten Sumedang. Meskipun proses identifikasi dilakukan dengan menggunakan alat berat, kegiatan tersebut belum dapat diselesaikan dalam satu hari, mengingat luasnya area terdampak serta kondisi medan yang masih berisiko.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut. Para wartawan yang hendak melakukan peliputan juga dilaporkan tidak diperkenankan memasuki area pabrik oleh petugas keamanan.
