Beranda » Indikasi Cacat Mutu Pengaspalan di Cikondang: Warga Sampaikan Keluhan

Indikasi Cacat Mutu Pengaspalan di Cikondang: Warga Sampaikan Keluhan

kriminalxpost // Sumedang, 20 November 2025 — Pekerjaan pengaspalan jalan di wilayah RT 1 RW 2 dan RT 2 RW 2 Desa Cikondang kembali menuai sorotan. Hasil pengerjaan yang baru selesai beberapa hari lalu diduga mengalami cacat mutu, bahkan beberapa titik terlihat sudah rusak. Kawasan yang mendapat keluhan ini berdekatan dengan Gang C. Binuang III, salah satu akses jalan warga yang berada di wilayah perbatasan Desa Cikondang dan Desa Gunasari..

Berdasarkan pantauan di lapangan, permukaan jalan tampak tidak rata dan mudah tergerus, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengendara.

Dari papan informasi resmi proyek, diketahui bahwa pekerjaan ini adalah program Rehabilitasi/Peningkatan Jalan Desa Blok Cikondang dengan anggaran Rp 98.000.000 yang bersumber dari PBP Tahun 2025, dilaksanakan oleh TPK Desa Cikondang, dengan lama pekerjaan 2 hari kerja di wilayah RW 002.

Keluhan Warga: Aspal Seminggu sudah Rusak dan morolok

Jajat, warga RT 1 RW 2, yang ditemui di Pos Ronda pada Kamis 20 November 2025, menjelaskan bahwa proses pengerjaan dilakukan pada malam hari dengan durasi cukup panjang.
“Iya, dikerjakannya dari sore sampai sekitar jam 12 malam. Itu juga pakai stum yang kecil, yang didorong itu, bukan yang besar,” ujarnya.

Ia menilai hasil pengerjaan tidak memuaskan.
“Ya hancur. Itu mah bukan pengaspalan, cuma buang-buang anggaran saja. Warga kan maunya jalan hotmix biar bagus, biar nggak licin. Tapi hasilnya malah percuma, cuma numpang tempel,” tambahnya.

Jajat juga menyampaikan harapan agar pemerintah segera memperbaiki kondisi tersebut.
“Ya pengennya diperbaiki lagi, secepatnya. Jangan ditunda-tunda. Soalnya percuma di-hotmix kalau hasilnya kayak gitu. Warga yang lewat juga banyak,” katanya.

Meski belum ada kecelakaan, warga banyak mengeluhkan kondisi permukaan jalan yang tidak rata.
“Belum ada sih yang jatuh, tapi yang punya motor juga banyak yang ngeluh,” jelasnya.

Ia juga menitipkan pesan kepada kepala desa.
“Saya cuma minta secepatnya diperbaiki. Masalahnya ini anggarannya besar, tapi kalau hasilnya begini kan disayangkan,” pungkasnya.

Keluhan serupa datang dari Abah Oo Rohaman, warga Gang C. Binuang III, RT 2 RW 2 Desa Cikondang yang menggunakan bahasa Sunda saat menyampaikan pendapatnya.
“Ngaspal jalan ti desa, da ieu mah awon kumaha atuh nya. Kantenan kedah di lereskeun deui, da ninggal-ninggal dinu sanes mah henteu kieu, henteu morolok kieu sapertos di tanjakan eta gening. Tanjakan sakedik oge atos morolok,” ujarnya.

Ia juga menyebut bahwa alat yang digunakan dalam pengerjaan tidak memadai.
“Nganggo setum alit (babyloler). Ieu téh tos saminggonan ngaspalna,” jelasnya.

Abah Oo berharap jalan tersebut dibenahi karena merupakan akses menuju Cipetir dan berada di perbatasan Desa Cikondang dan Desa Gunasari.
“Harapan abah, kedah di perbaiki deui jalan ieu,” tegasnya.

Pemerintah Desa Jelaskan Kronologi Teknis

Menanggapi keluhan warga, Kepala Desa Cikondang, Indra Ginanjar, memberikan penjelasan lengkap di kantornya. Ia menyatakan bahwa hujan deras menjadi salah satu penyebab kualitas permukaan tidak maksimal.
“Saat penembaran aspal baru setengah, turun hujan deras. Hujan terjadi sampai jam 12 malam. Kondisinya memang menghambat kualitas penggelaran,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa sebelum pekerjaan dimulai, desa dan masyarakat sudah melakukan pembersihan material organik seperti daun dan tanah agar dasar jalan lebih siap.

Indra juga menegaskan bahwa seluruh pengawasan dilakukan oleh masyarakat, RT/RW, dan pemerintah desa.
“Pekerjaan belum diserahterimakan. Jadi seluruh tanggung jawab masih di pihak pemborong. Selama pemborong bertanggung jawab dan bersedia memperbaiki, desa tidak mempermasalahkan,” ujarnya.

Ia menyebut bahwa pembayaran kepada pemborong baru dilakukan 50% sambil menunggu kualitas pekerjaan benar-benar sesuai. Pihak pelaksana juga memberikan jaminan pretensi pekerjaan, sehingga kerusakan apa pun wajib diperbaiki tanpa biaya tambahan dari desa.

Kepala desa menegaskan bahwa tidak ada dana tambahan untuk perbaikan ulang. Semua perbaikan dilakukan murni karena tanggung jawab pemborong. Ia juga memberikan imbauan agar pekerjaan tidak dipaksakan pada saat kondisi cuaca tidak mendukung karena dapat berdampak pada mutu pekerjaan.
“Kami ingin kualitas yang baik. Kalau cuaca tidak mendukung, jangan dipaksakan,” tuturnya.

Pengawasan dan Tanggapan Pelaksana

Sementara itu, Ketua BPD Desa Cikondang turut memberikan komentar. Ia menyebut bahwa pihak desa telah lama bermitra dengan TPK atau pemborong, namun baru kali ini pekerjaan mendapat perhatian besar sampai banyak awak media datang.
“Sampai hari ini sudah sekitar 20 wartawan datang ke desa,” ujarnya di ruang tamu kantor desa.

Keluhan warga dan penjelasan pemerintah desa menggambarkan kebutuhan akan pengawasan lebih ketat serta manajemen teknis yang lebih matang pada setiap pekerjaan infrastruktur. Kondisi jalan yang menjadi akses penting bagi dua wilayah membuat masyarakat berharap penyelesaian segera dilakukan.

Sampai berita ini diturunkan, pihak pemborong belum memberikan tanggapan resmi atas kerusakan jalan tersebut. Namun Kepala Desa Cikondang, Indra Ginanjar, meyakini bahwa pihak pemborong akan segera melakukan perbaikan.

Facebook Comments Box
error: Content is protected !!